Hina Profesi Wartawan, Istri Sekdes Sinar Pagi Dilaporkan Ke Polres Dairi

Hina Profesi Wartawan, Istri Sekdes Sinar Pagi Dilaporkan Ke Polres Dairi
Nalsali wartawan Pelopor Wiratama dan Erida korban penganiayaan. • (foto: Fajar Gunawan)

JURNALDAIRI.com - Sidikalang. Lakukan penghinaan dan pengancaman serta menghalang-halangi tugas profesi wartawan, seorang ibu rumah tangga yang juga istri dari Sekdes Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara berinisial REYT dilaporkan ke Polres Dairi dengan laporan Polisi Nomor : LP/B/505/VII/2022/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara, tanggal 25 Juli 2022.

Nalsali Padang (37) wartawan media Pelopor Wiratama selaku pelapor ditemui di Polres Dairi, Selasa (30/8/2022) mengatakan, kalau kasus yang dialaminya terjadi pada 22 Juli 2022 lalu. Namun, karena tidak ada perkembagan dirinya pun mendatangi Polres Dairi untuk mempertanyakan kembali kasus tersebut.

Diceritakan Nalsali, penghinaan dan pengancaman serta menghalang-halangi tugas profesi wartawan yang dialaminya saat dirinya menghadiri undangan kegiatan sosialisasi tentang koperasi di Kantor Kepala Desa Sinar Pagi.

Saat kegiatan sosialisasi tiba-tiba terjadi keributan, dimana Erida Sihite dikeroyok sama keluarga Sekdes Wahdi Tumanger. Melihat kejadian itu, Nalsali langsung mengambil handphone nya dan langsung merekamnya.

"Saat saya merekam kejadian penganiayaan, istri Sekdes langsung membentak saya dan mengatakan, ,Apa hak mu merekam," ucapnya menirukan perkataan istri Sekdes.

Tak hanya itu, Istri Sekdes juga mengeluarkan kata-kata 'Wartawan apa kau, tamat SD nya kau. Matikan hp mu, ku pijak hp mu nanti'.

"Handphone saya langsung direbut dan dibanting ke lantai oleh istri Sekdes," ujarnya.

"Istri Sekdes juga mengancam saya dengan mengatakan,'Ku makan kau nanti hidup-hidup," sambungnya.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tanah Pinem, tetapi ditolak. Kemudian kembali dilaporkan ke Polres Dairi.

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya membenarkan adanya laporan itu. Menurutnya pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih memintai keterangan para saksi dari kedua belah pihak. Udah ada 6 saksi yang kami periksa," ujarnya.

Sementara itu Camat Tanah Pinem Sion Sembiring dihubungi lewat Handphone nya mengatakan, terkait permasalahan itu pihaknya sudah menyarankan kedua belah untuk berdamai. Namun, keduanya sepertinya tidak ingin berdamai.

"Kami sudah menemui Sekdes Sinar Pagi agar berdamai, tetapi karena sudah sampai ke Polisi. Sehingga keduanya tidak mau berdamai," kata Sion.

Reporter

Fajar Gunawan

Editor

Novel M Sinaga

Komentar